KOMPAS.com – Promosi jabatan menjadi salah satu pencapaian dalamkarier. Namun bagi sebagian perempuan, naik jabatan menjadi pertimbangan tersendiri. Bahkan perempuan cenderung tak ingin memiliki jabatan tinggi karena tak ingin mengorbankan waktu bersama keluarga. Padahal ia memiliki kompetensi juga karakter yang penting dimiliki pemegang jabatan tinggi dalam organisasi atau pun perusahaan.

Kalau Anda berada di persimpangan, ingin menerima tantangan naik jabatan namun masih banyak pertimbangan, temukan kunci dalam membuat keputusan penting ini.

Leadership Coach dan Motivator, Ainy Fauziyah mengatakan siapa pun yang mendapat peluang naik jabatan justru perlu melihatnya sebagai kesempatan untuk memberikan manfaat ke sebanyak mungkin orang.

Baca juga : CNN Indonesia Sabtu – Wanita dan Perubahan

“Semakin tinggi jabatan yang didapatkan semestinya semakin tinggi pula manfaat yang bisa diberikan dan semakin berkualitas manfaatnya. Jangan hanya menjalankan jabatan untuk sekadar melakukan job description, tapi harus punya misi,” tuturnya kepada Kompas Female.

Ainy melanjutkan, ketika mendapatkan tawaran atau kesempatan naik jabatan, ajukan sejumlah pertanyaan pada diri sendiri.

Seperti, mengapa ingin menjadi pemimpin? apa yang mau dilakukan dengan jabatan tersebut? Lalu bayangkan jika Anda bisa memberikan banyak manfaat ke sebanyak mungkin orang dengan menerima jabatan tersebut.

“Telaah apa yang diinginkan. Jangan hanya berpatokan pada job description karena itu terlalu kecil. Hidup harus punya nilai. Kerja harus berdasarkan nilai. Itulah gunanya misi. Apa yang bisa dilakukan untuk kebaikan banyak orang,” ungkap pengasuh rubrik konsultasi pengembangan diri di Kompas Female ini.

Menurut Ainy, dengan memiliki misi, Anda akan lebih percaya diri menerima kepercayaan dengan naik jabatan. Keraguan pun perlahan memudar karena Anda punya kuasa melakukan berbagai hal demi kebaikan.

Baca juga : Tabloidnova.com – Motivator Itu Panggilan Jiwa (1)

“Saat ragu kembali ke misi, ke nilai-nilai hidup yang Anda miliki atau ingin disebarkan melalui jabatan tersebut,” lanjutnya.

Dengan memiliki misi, setiap pribadi yang layak naik jabatan, akan terdorong untuk tak henti memperbaiki diri. Kualitas diri pun akan terus meningkat. Kelemahan diri akan tetap ada, namun kelebihan menjadi lebih menonjol.

“Kalau masih meragu, dengan mempertanyakan diri sendiri apakah mampu menjalani jabatan baru, jadikan hal itu sebagai bentuk mawas diri bukan justru malah mundur. Jangan pernah menolak meski sulit sekali pun saat mendapatkan kepercayaan berupa promosi jabatan,” sarannya.
 
Wardah Fazriyati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Post comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.