Harian Pelita – Di balik kelemah-lembutan wanita ternyata tersimpan kekuatan yang kadang tidak terduga. Kesuksesan dan keberhasilan mereka tentu tidak diraih secara instan. Ada banyak liku-liku yang harus dirasakan dan dijalani sebelum akhirnya sukses. Hal itulah yang didapatkan pada wanita kelahiran Bangil Jawa Timur, Ainy Fauziyah, Motivator Pengembangan Diri yang sukses.

Seperti namanya yang berarti “mata yang beruntung”, bagi yang bertemu dengannya akan merasakan mata motivator wanita Indonesia Ainy yang seakan memancarkan aura keberuntungan bagi orang yang berada di dekatnya. Tak hanya itu kata-kata penyemangatnya dengan gaya bicara dan pancaran matanya pun begitu hidup dan memberikan rasa energi positif bagi yang mendengarkannya.

“Saya senang mengubah mindset orang lain dan membuat mereka percaya bahwa mereka bisa melakukan sesuatu. Mengubah mindset orang lain, bukanlah hal yang mudah. Ego mereka harus disentil supaya tergugah dan harus jujur pada diri sendiri, siapa kita?”, ujar Ainy kepada Pelita di Hotel Mulia, Jakarta Selatan, sesaat sebelum menerima penghargaan SheCan! Award 2011 dari Tupperware Indonesia belum lama ini.

Baca juga : BERITASATU.com – Hadapi Media Online, Media Cetak Harus Lebih Kreatif

Menurut Ainy, seseorang yang butuh motivator bukan karena tidak percaya diri tetapi karena ingin maju dan ingin menjadi manusia terbaik. Begitu juga dengan sebuah negara, semakin negara tersebut berkembang atau maju kebutuhan motivasi semakin tinggi.

Motivator yang juga menulis buku “Dahsyatnya Kemauan: Cara Mulia Mengubah Penghalang Jadi Peluang” ini mengawali karirnya dengan memberikan kekuatan kepada masyarakat korban bencana tsunami di Aceh.

Kembali ke Oxfam, di situ, Ainy anak pertama dari lima bersaudara ini mendapat tanggung jawab sebagai Shelter Coordinator untuk wilayah Lhokseumawe. Ia adalah satu-satunya Shelter Coordinator dari Indonesia, sementara lainnya adalah warga negara asing. Di sini, ia memotivasi para perempuan untuk bisa berkarya dengan bekerja sebagai tukang cat bagi rumah yang dibangun Oxfam untuk mereka.

“Itu yang menjadi awal saya masuk ke dunia motivasi. Setahun kemudian, jabatan saya menjadi Program Shelter Coordinator Oxfam di Aceh. Lalu saya bergabung dengan CARE International Indonesia di Aceh sebagai Manager Construction dan memimpin beberapa warga negara asing. Tapi, pada 2009, saya keluar dan memutuskan keluar dari LSM itu untuk menjadi seorang Leadership Motivator,” ungkapnya.

Ia mengatakan, “Buat saya, hidup harus terus naik kelas dan harus bisa berdiri di kaki sendiri. Leadership, sangat dibutuhkan setiap manusia. Prinsipnya, bagaimana bisa memimpin orang lain bila tidak mampu memimpin diri sendiri”.

“Impian adalah motivasi diri yang mendorong untuk terus melangkah, menggapainya, pantang menyerah dalam menghadapi segala tantangan, karena Anda tak pernah berhenti berdoa kepada Tuhan,” tegasnya.

Ibu dua anak yakni Rafi;12, dan Tasya; 10, dan menamatkan pendidikan S-1 Teknik Sipil ITN Malang dan S-2 Master of Urban Management Canberra University Autralia, mengatakan, “Saya ingin menjadi motivator Indonesia yang go international. Prinsip hidup saya, hidup ini terasa bahagia luar biasa ketika kita tiada henti berusaha mewujudkan impian-impian kita, dengan terus berpuji syukur atas setiap nikmat-Nya sambil senang berbagi”.

Baca juga : Majalah Sekar – Memberdayakan Perempuan Dalam Setiap Helaan Nafas

Untuk memotivasi orang, menurutnya ia harus memiliki sifat jujur, tanggungjawab, menghormati perbedaan, dan memiliki empati. “Untuk memotivasi seseorang selain bisa bicara, kita harus jujur yang dibicarakan. Yang saya rasakan, sumber kekuatan dari saya, bukan teori semata,’ ungkap wanita yang senang mendengarkan musik ini.

“Anak pertama saya senang musik, ia dapat memainkan piano. Sedangkan putri kedua saya seperti saya.juga gemar menulis. Mereka berdua memiliki momentum unik. “Ketika saya sedang menulis buku, putri saya juga menulis karangannya. Kami berdua berlomba menulis.

Saat ini, setiap dua bulan sekali, Ainy menggelar program Motivation Class untuk umum, Leadership Coach untuk para senior manager dan eksekutif, serta menggelar Personal Coach untuk personal dan profesional.

Sementara di tahun 2012 perempuan yang suka tantangan ini memiliki mimpinya untuk mengadakan seminar akbar. (evi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Post comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.