TEMPO.CO – Lima perempuan meraih Anugerah Sekar Bangsa 2013 dari Yayasan Puteri Indonesia dan PT Mustika Ratu Tbk. Mereka memiliki integritas, kontribusi, karya, dan peran dalam bidangnya. Anugerah diberikan pada Malam Bakat Pemilihan Puteri Indonesia 2013, di Puri Agung Grand Sahid Jaya, 29 Januari 2013.

Kelima wanita tersebut adalah Ainy Fauziah (44) dari kategori pendidikan dan pemberdayaan perempuan, Alia Sidik (36) dari kategori kewirausahaan, ekonomi dan bisnis, Teti Suryati (52) dari kategori pariwisata, budaya dan lingkungan hidup, Herawati Sudoyo (62) dari kategori sains dan teknologi, dan Nenden Suryani (31) dari kategori sosial politik.

Pasca-tsunami, Ainy yang saat itu menjadi koordinator pelindung (shelter coordinator) dari lembaga swadaya masyarakat (LSM) asal Inggris, Oxpam Great Britain, memotivasi para perempuan korban tsunami menjadi tukang cat untuk rumah yang dibangun di Desa Beuringin, Lhoksemauwe, Aceh.-

Baca juga : Majalah Paras Persona – Motivator Kaum Marginal

Pengalaman memotivasi dan mengubah pemikiran bahwa perempuan bisa mandiri menjadi titik awal peraih penghargaan Wanita Inspirational Indonesia 2010 oleh Tupperware Indonesia ini masuk ke bidang motivasi.

Kini, perempuan asal Bangil, Jawa Timur yang pernah menjadi pembicara di International Shelter Meeting di Geneva-Switzerland (Juni 2007) serta Shelter Evaluation Workshop di Chennai-India (Oktober 2008) ini menekuni profesi sebagai motivator.

Ainy memiliki International Certified Professional Coach dan diakreditasi oleh International Coach Federation/ICF. ICF adalah lembaga internasional tertinggi yang memiliki kredibilitas dalam memberikan sertifikasi para coach di seluruh dunia.

Para pemenang lain, Alia Sidik asal Gorontalo, mendorong pemberdayaan perempuan dan menyatukan elemen organisasi perempuan dan kemiskinan.

Teti Suryati menjaga lingkungan bersih dengan mengembangkan sistem pengolahan sampah, mengajar cara pembuatan kompos, dan membentuk bank sampah.

Baca juga : Kabar Sumatera Sabtu – Hidup Harus “Naik Kelas”

Doktor Herawati Sudoyo asal Pare membuat penemuan berharga dalam genetika populasi, yakni sampel DNA pelaku bom bunuh diri dan mencocokkan dengan keluarga dalam waktu kurang dari dua minggu.

Nenden Suryani asal Sumedang menerima penghargaan di bidang sosial politik membangun sekolah luar biasa Al-Faza yang membebaskan para siswa dari pungutan biaya dan pengajarnya mengajar secara sukarela.

“Penghargaan ini berkolerasi dengan pemilihan Puteri Indonesia tahun 2013, yakni mencari perempuan-perempuan yang layak menjadi role model atau panutan bagi masyarakat Indonesia,” ujar Kusuma Dewi, ketua dewan juri Anugerah Sekar Bangsa, dalam kata sambutannya.

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada perempuan Indonesia yang berjasa dan berkontribusi kepada bangsa tanpa pamrih.

Kriteria calon nomine Sekar Bangsa antara lain perempuan yang berperan aktif di bidang yang digeluti tanpa pamrih selama minimal 5 tahun yang dijalankan secara konsisten. Di samping itu, diusulkan minimal oleh 100 orang atau minimal satu lembaga.

EVIETA FADJAR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Post comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.