TEMPO.CO, Jakarta – Posesif merupakan perhatian yang berlebihan. Posesif dinilai sebagai kebiasaan buruk karena dapat merugikan diri sendiri maupun pasangan.

Ainy Fauziyah, seorang motivator dan pelatih kepemimpinan, mengatakan tak ada hal positif bagi pribadi posesif. Meski begitu, terkadang posesif diartikan sebagai bentuk rasa sayang kepada pasangan.

“Ego cenderung lebih kuat pada pribadi posesif, jangan hanya memahaminya sebagai bukti sayang,” Ainy menjelaskan kepada Tempo, Selasa, 4 Januari 2014.

Pribadi posesif justru memperkeruh hubungan Anda dengan pasangan. Berikut ini beberapa efek negatif bagi pribadi posesif:

Orang posesif tidak pernah mengalami ketenangan. Hal ini disebabkan karena kecenderungannya yang selalu khawatir dengan pasangan. Misalnya, selalu ingin tahu apa yang dilakukan pasangan.

Baca juga : Tempo.co – Anugerah Sekar Bangsa 2013 untuk Lima Perempuan

2. Kurangnya kepercayaan terhadap pasangan
Dengan pribadi posesif, Anda tentu tidak memiliki kepercayaan kepada pasangan. Pasangan akan merasa Anda kurang menghargainya. Hal ini juga dapat memicu pasangan tidak percaya pada Anda.

3. Tidak fokus bekerja
Orang posesif selalu memikirkan pribadinya dan pasangan. Pikirannya hanya dipenuhi kekhawatiran terhadap pasangan. Hal ini menyebabkannya tidak dapat fokus dalam bekerja.

4. Emosi yang meledak-ledak
Emosinya akan meledak jika kekhawatiran seorang posesif tidak terjawab. Hal ini akan memicunya bertutur kasar terhadap pasangan.

Rina Atmasari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Post comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.